Kamis, 02 Mei 2013

-

Setiap orang pasti pernah merasakan jatuh cinta. Dan hampir setiap orang juga yang munafik mengakuinya. Banyak alasan mereka bersikap seperti itu. Entah karena gengsi harus menyatakan duluan, malu untuk mengungkapkannya, atau bahkan karena tetap ingin hanya menjadi sebatas teman dan tenggelam dalam sandiwara belaka.
Aku? Aku tidak munafik, hanya aku belum mau mengakuinya. Tidak untuk sekarang. Bukan alasan-alasan yang aku sebutkan tadi yang membuatku enggan, lebih tepatnya belum mau mengakuinya, tapi karena sesuatu yang aku sendiri merasakannya sebagai suatu rasa yang abstrak.

Sekarang, apa kalian pernah mencintai seseorang secara sembunyi-sembunyi? Menjadi secret admirer? Oke mungkin kalimat halusnya 'mencintai dalam diam'? Dalam kondisi seperti itu pasti banyak hal yang tak terduga yang bisa membuat perasaan kalian berubah 180° dalam waktu singkat. Mungkin sebelumnya kalian merasa perasaan kalian itu hanya harapan belaka, namun semenit atau bahkan satu detik setelah itu bisa saja kalian merasa bahagia hanya karena dia menatapmu lalu tersenyum padamu, dan harapan yang tadi kalian buang, secara tak sadar kalian pungut kembali.
Aku pun juga tidak mencintai dalam diam. Mungkin. Ya mungkin orang itu belum mengetahui, atau pura-pura tidak tahu. Yang pasti perlakuan yang berbeda dariku untuknya sudah cukup mewakili perasaanku, dan aku rasa ia juga menyadarinya. Tapi yang masih membuatku merasa mencintainya dalam diam adalah karna perasaan ini seolah dipermainkan. Kadang ia seperti meyakinkanku bahwa ia juga menyayangiku, tapi tak jarang ia juga tidak memperdulikanku, tenggelam dalam kehidupannya sendiri, dan aku seolah tak bisa menembus kehidupannya itu.

Dalam untaian kata ini, aku hanya ingin bercerita. Cerita yang sebenarnya tidak bisa aku ceritakan secara langsung kepada orang-orang itu.

Ya, aku hanya ingin menjaga semua ini agar tetap seperti ini. Bukan hubunganku dengannya, tapi lebih dengan hubungan orang-orang itu dan kami.
Aku menyayanginya. Sangat menyayanginya.
Banyak kenangan yang sudah kami lalui. Walau sebenarnya tidak ada status yang benar-benar ada di atas kenangan itu.

Dia. Dia yang sebenarnya tidak selalu ada untukku, tapi selalu aku anggap ada untukku. Hal yang membuatku ragu tentang perasaan ini adalah sikapnya, pemikirannya, dan bahkan dunianya.

Sikapnya yang terlalu dekat dengan orang-orang itu membuatku merasa tidak nyaman. Ingin sekali aku bertanya apa dia tidak mengetahui ada hati yang menjerit ketika dia dekat orang-orang itu?
Pemikirannya yang selalu membuatku bingung entah apa maunya itu tak pernah bisa memberi jawaban pasti tentang keraguan ini.
Dan dunianya, dunianya yang selalu membuatnya pergi.

Tapi yang paling membuatku ragu adalah sikapnya. Sikap terhadap orang-orang itu. Aku tidak cemburu. Tapi aku ingin dia menghargai sedikit saja perasaan seseorang. Dan orang-orang itu, aku ingin mereka tahu bahwa sesabar-sabarnya seorang wanita, hatinya akan tetap rapuh, sampai wanita itu sadar bahwa tidak ada tempat untuk menyandarkan hatinya itu. Tidak ada.

Sekarang, aku hanya bisa terdiam. Tenggelam dalam keraguan yang sepertinya tak berujung. Menunggu sebuah jawaban yang bisa membuat aku terbang dalam sekejap, atau sekalipun jatuh. Satu hal yang pasti, cinta akan menemukan sendiri tempatnya berlabuh pada waktunya nanti :')

READ MORE - -

Sabtu, 09 Februari 2013

Nothing to display

         Malam ini udara terasa pengap sekali atau mungkin ini hanya perasaanku saja? sesak rasanya. Tak ada senyuman, tak ada bahagia, tapi...tak ada pula air mata. Aku tak tahu harus mendeskripsikan perasaan ini seperti apa. Aku tak tahu apa yang seharusnya aku perbuat. Yang aku lakukan sekarang hanyalah terpaku pada sebuah layar putih berisikan ketikan-ketikan huruf hitam. 

                                                                     ***
         Pemandangan yang begitu indah, langka tuk di temui oleh orang lain. Seorang gadis duduk di ujung suatu tempat, sendirian. Entah apa yang sebenarnya ia perbuat. Bagaikan bidadari yang turun dari khayangan dan ia tersesat, kehilangan arah, tak tahu harus ke mana ia pergi. Tiba-tiba ada beberapa gadis lain yang datang, sepertinya itu teman-temannya.
     Tetapi dalam penglihatanku hanya dia yang memancarkan cahaya yang begitu indah, cahaya yang memancarkan kecantikan yang luar biasa, sehingga aku tidak dapat berkutik. Wajahnya, senyumannya dan tatapannya membuatku merasa dialah gadis tercantik yang pernah ku temui. Tak mau ku kehilangan sedetik pun saat menatap wajahnya, sungguh ini ciptaan-Nya yang begitu luar biasa.
                    Subhanallah , hanya itu yang aku ucapkan ketika melihatnya.
     Coba saja jika aku bisa melihat aura seseorang, aku yakin yang kelihatan dari auranya adalah warna hijau. Warna yang menyiratkan kejujuran dan keluguan. Dari wajahnya yang rupawan itu, sepertinya  dia memilikinya.
      Semua berjalan apa adanya, sehingga aku dan dia berkenalan. Waktu pun menjadi saksi bisu, aku dan perempuan itu saling mengetahui satu sama lain. Namanya Kayla. Nama dan wajahnya memang sama-sama cantik dan indah untuk di dengar. 
                “Subhanallah…”, kata yang terucap saat melihat parasnya. Entah apa yang terjadi, jantungku terasa berdetak lebih cepat saat ada di sampingnya. Parasnya membuatku tak berdaya, bahkan membuatku membisu seketika.
     Aku mulai mencoba untuk mendekatinya, mencari perhatian mungkin. Awalnya  lancar-lancar saja semua ini, tetapi semua berubah begitu saja, entah apa ada yang salah sehingga membuat dia menjadi enggan untuk dekat denganku lagi. Apakah ini karena caraku? Terlalu berlebihan kah?

     Aku rasa sepertinya aku melakukan hal yang salah. Di situ aku berusaha untuk merubahnya, agar dia kembali berperilaku seperti biasanya. Aku tidak berdiam diri saja, aku mulai mencari informasi dari teman-temannya. Sedikit demi sedikit aku kumpulkan informasi tersebut.
    Temanya memberi tahu bahwa dia tidak bisa melupakan mantan kekasihnya. Dari sini lah aku merasa, ini lah tantangan ku untuk mendapatkan dia. Aku berusaha agar dia terpikat oleh ku. Tapi dia masih saja menjauh dari ku, aku sudah melakukan perubahan yang membuat ia tidak suka. Dia tidak sedikit pun menanggapi ku dengan baik, apa sebenarnya yang di pikirkan olehnya ? Apakah diriku ini kurang menarik di matanya ? 
     Satu tahun telah berlalu, dan masalah itu tak pernah aku ungkit atau pun aku ingat lagi. Walau kadang sesak di dada itu muncul, tapi aku fikir untuk apa aku memikirkan hal yang membuatku menjadi sakit sendiri?
        Sebelum lulus SMA  aku mendapatkan beasiswa ke Paris. Aku sangat bahagia. Akhirnya keinginanku tercapai. Jerih payahku selama ini telah membuahkan hasil. Tetapi tetap ada satu hal yang membuatku resah. Perasaanku terhadap Kayla. Jujur, aku tak mau kehilangan dia, maksudku berpisah dengannya. Walaupun tingkah laku dia selama ini terhadapku seperti itu, aku tetap ingin ada di sampingnya. Selamanya.
         Aku tak pernah memberitahu Kayla tentang kepergianku ke  Paris nanti. Aku ingin dia mencari tahu. Aku ingin untuk sekali ini saja dia peduli terhadapku. Dan suatu hari Kayla mengetahui bahwa aku mendapatkan beasiswa ke Paris. Walau sedikit bahagia tapi aku juga kecewa. Aku pikir Kayla tak menanggapi hal ini sedikit pun dan tidak berkata apa pun, perihal ke pergian ku ke Paris.
         Sampai akhirnya waktu pun mendesakku. Aku harus cepat-cepat mempersiapkan semua surat-surat, atau apa pun untuk ke pergian ku ke Paris. Tidak mudah mempersiapkan ini semua. Dan di saat seperti ini, sejenak kulupakan Kayla. Hanya sejenak. Kayla seperti tak ada batasan waktunya untuk aku pikirkan.
       Ketikan waktu hanya menyisakan satu hari lagi untukku sebelum aku pergio ke Paris, aku tak mau menyia-nyiakan ini, walaupun hanya satu hari.
      Aku memanfaatkan satu hari ini untuk menulis surat untuk Kayla, semoga surat ini menjadi kenangan baginya untuk selamanya. Banyak sekali yang aku cerita kan tentang perasaanku selama ini, yang tertuang di dalam sebuah kertas itu. Hingga larut malam pun aku terus menulis surat untuk Kayla, yang akan ku berikan esok harinya.
       Esok paginya, handphone ku tiba-tiba berbunyi. Aku pikir itu hanyalah sebuah pesan singkat dari sobat-sobatku di SMA yang ingin mengucapkan selamat tinggal atau apalah itu, tapi ternyata dugaanku salah. Kayla yang meng-smsku. Ia  mengucapkan, "selamat jalan, semoga kau di san bisa menjaga dirimu". Walau sesingkat itu aku merasa berterima kasih sekali, ternyata Kayla masih ingat denganku. Aku tak mau membuang kesemapatan ini, aku segera meneleponnya dan memberi tahu bahwa aku ingin bertemu denganya. Untuk terkahir kali. Dan tak kusangka ternyata dia menerima permintaanku.
     Aku menunggu dia di sebuah cafe, sengaja aku memilih tempat itu. Karena aku tahu rumah dia dekat dengan cafe itu, aku tak ingin merepotkan dia. Lagi pula itu dekat dengan pintu tol, agar aku tak ketinggalan pesawat. Aku akan terbang pukul 13.00 WIB, menggunakan pesawat sukhoi  SSJ-100.
     Waktu menunjukkan pukul 09.30 WIB. Aku sudah merasa risih, terlalu lama menunggu dia. Sudah berulang kali aku menelepon dia, tapi tak satu pun panggilanku yang dia jawab. Waktu terus berputar, menunjukkan pukul 11.00 WIB. Cukup lama aku menunggunya, sampai akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkannya. Karena aku takut pesawat yang ku naiki sudah terbang terlebih dahulu.Walau aku merasa egois, tapi ini pilihanku, dan aku tak ingin melepaskannya.
    Sesampai di bandara. Aku langsung bergegas. Saat aku mau meninggal boarding gate, menuju pesawa,  Tiba-tiba ada suara yang menyebut namaku, ternyata dia adalah Kayla. Aku melihat dia membawa barang yang tadi aku tinggalkan di meja kafe dan ingin ku berikan langsung kepadanya. Dia menghampiri ku.
       “Aku sudah membaca surat dari mu dan puisi yang kamu tulis serta barang yang kau berikan. Terima kasih, katanya sambil memberikan sesimpul senyuman.
         Tapi aku tak bisa berlama-lama lagi, karena pesawat ku akan pergi. Kemudian dia memberikan surat kepadaku dan dia mencium keningku. Aku merasa heran. Pertanda apakah ini ? Aku melihat matanya bercucuran air mata, entah apa yang membuat ia menangis. Sampai aku masuk ke dalam pesawat pun, aku masih bisa melihatnya meneteskan air mata. 
         Aku hanya bisa tersenyum dari kejauhan. Tak bisa berbuat apa-apa. Sembari membaca surat darinya, yang berisi bahwa dia pun juga menyayangiku tetapi ia sungkan untuk mengungkapkannya. Dia tidak mau masalah cintanya di campuri oleh orang lain. Terjawablah semua pertanyaan-pertanyaanku selama ini. Walau sedikit lega, tapi aku tetap gelisah, mengapa pertemuan yang indah itu harus dipertemukan dengan perpisahan secepat itu? Tapi aku yakin, suatu hari nanti aku akan kembali. Kembali ke tanah air tercinta ini, dan kepada dia yang aku cintai. Aku yakin, Allah S.W.T pasti memberikan yang terbaik.
                       
                                                                            ***
Hanya senyum yang dapat aku lakukan saat membaca semua itu. Entah setiap aku membaca cerita itu awalnya aku merasa bahagia, tapi semakin aku baca dan sampai di kalimat terakhir, hanya rasa kahilangan dan rindu yang mungkin tak pernah ada ujungnya. Ya I miss the old you, all of you! Kamu emang ngga pergi, tapi ada sesuatu yang pergi dari kamu dan I hate that. Jarak kita ngga pernah menjauh, hati kita yang semakin menjauh. 
Mungkin itu hanya perasaan aku, perasaan karna takut kehilangan kamu. Perasaan yang bikin hati aku selalu perih. Perasaan itu juga yang selalu bikin mata ini sembap di tengah malam. 
Aku cuma pengen kamu tau, kalo Je t'aime :')

           


READ MORE - Nothing to display

Minggu, 13 Januari 2013

Sistem Pernapasan Manusia



Setiap makhluk hidup pasti bernapas. Pernapasan atau respirasi sendiri adalah pertukaran gas antara makhluk hidup (organisme) dengan lingkungannya. Secara umum, pernapasan dapat diartikan sebagai proses menghirup oksigen dari udara serta mengeluarkan karbon dioksida dan uap air. Dalam proses pernapasan, oksigen merupakan zat kebutuhan utama. Oksigen untuk pernapasan diperoleh dari udara di lingkungan sekitar.
Pernapasan merupakan suatu proses yang terjadi dengan sendirinya (secara otomatis). Walaupun kita dalam keadaan tidur, proses pernapasan berjalan terus. Pada saat kita bernapas ada dua proses yang terjadi yaitu inspirasi (proses masuknya udara ke dalam paru-paru) dan ekspirasi (proses keluarnya udara dari paru-paru). Inspirasi dan ekspirasi terjadi antara 15 – 18 kali setiap menit. Proses inspirasi dan ekspirasi diatur oleh otot-otot diafragma dan otot antartulang rusuk.
Dalam proses pernapasan, oksigen dibutuhkan untuk oksidasi (pembakaran) zat makanan. Zat makanan yang dioksidasi tersebut yaitu gula (glukosa). Glukosa merupakan zat makanan yang mengandung energi. Proses oksidasi zat makanan, yaitu glukosa, bertujuan untuk menghasilkan energi. Jadi, pernapasan atau respirasi yang dilakukan organisme bertujuan untuk mengambil energi yang terkandung di dalam makanan.
Hasil utama pernapasan adalah energi. Energi yang dihasilkan digunakan untuk aktivitas hidup, misalnya untuk pertumbuhan, mempertahankan suhu tubuh, pembelahan sel-sel tubuh, dan kontraksi otot. Tanpa energi makhluk hidup tidak mampu untuk melakukan segala aktivitasnya bahkan makhluk hidup tersebut dikatakan mati.
Manusia bernapas secara tidak langsung. Artinya, udara untuk pernapasan tidak berdifusi secara langsung melalui permukaan kulit. Difusi udara untuk pernapasan pada manusia terjadi di bagian dalam tubuh, yaitu gelembung paru-paru (alveolus). Pada pernapasan secara tidak langsung, udara masuk ke dalam tubuh manusia dengan perantara alat-alat pernapasan.
Pada hewan pernapasan dilakukan melalui alat-alat respirasi khusus. Alat respirasi pada hewan bervariasi antara hewan yang satu dengan hewan yang lain, ada yang berupa paru-paru, insang, kulit, trakea, dan paruparu buku, bahkan ada beberapa organisme yang belum mempunyai alat khusus sehingga oksigen berdifusi langsung dari lingkungan ke dalam tubuh, contohnya pada hewan bersel satu, porifera, dan coelenterata. Pada ketiga hewan ini oksigen berdifusi dari lingkungan melalui rongga tubuh.

A. PERNAPASAN
Pernapasan pada manusia mencakup dua proses, yaitu :
1.      Pernapasan eksternal
Adalah pernapasan dimana pertukaran oksigen dan karbon dioksida yang terjadi antara udara dalam gelembung paru-paru dengan darah dalam kapiler.
2.      Pernapasan internal
Adalah pernapasan dimana pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara darah dalam kapiler dengan sel-sel jaringan tubuh.
B. SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA
Alat-alat Pernapasan pada manusia terdiri dari:
1. Rongga Hidung
Di dalam rongga hidung terjadi penyaringan udara dari debu-debu yang masuk bersama udara. Udara yang masuk ke dalam rongga hidung juga mengalami proses penghangatan agar sesuai dengan suhu tubuh kita. Demikian juga pula kelembapan udara diatur agar sesuai dengan kelembapan tubuh kita.
2.  Faring (tekak)
Faring berbentuk seperti tabung corong yang terletak di belakang rongga hidung dan mulut. Faring berfungsi sebagai jalan bagi udara dan makanan. Selain itu, faring juga berfungsi sebagai ruang getar untuk menghasilkan suara.
3.  Laring (pangkal tenggorokan)
Laring terdapat di antara faring dan trakea. Dinding laring tersusun dari 9 buah tulang rawan. Salah satu tulang rawan tersusun dari 2 lempeng kartilago hialin yang menyatu dan membentuk segitiga. Bagian ini disebut jakun. Di dalam laring terdapat epiglotis dan pita suara. Epiglotis merupakan kartilago elastis yang berbentuk seperti daun. Epiglotis dapat membuka dan menutup. Pada saat menelan makanan, epiglotis menutup sehingga makanan tidak masuk ke tenggorokan tetapi menuju kerongkongan. Pita suara merupakan selaput lendir yang membentuk dua pasang lipatan dan dapat bergetar menghasilkan suara.
4.  Trakea (batang tenggorokan)
Trakea berbentuk seperti pipa yang terletak memanjang di bagian leher dan rongga dada (toraks). Trakea tersusun dari cincin tulang rawan dan otot polos. Dinding bagian dalam trakea berlapis sel-sel epitel berambut getar (silia) dan selaput lendir. Trakea bercabang dua, yang satu menuju paru-paru kiri dan yang lain menuju paru-paru kanan. Cabang trakea disebut bronkus.
5.  Pulmo (paru-paru)
Terletak di dalam rongga dada bagian atas. Rongga dada dan rongga perut dipisahkan oleh diafragma. Paru-paru terbagi menjadi 2 bagian, yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan terdiri dari tiga gelambir dan paru-paru kiri terdiri dari dua gelambir. Paru-paru dibungkus oleh selaput paru-paru tipis yang disebut pleura. Di dalam paru-paru, masing-masing bronkus bercabang-cabang membentuk bronkiolus. Selanutnya, bronkiolus bercabang-cabang menjadi pembuluh halus yang berakhir pada gelembung paru-paru yang disebut alveolus (jamak = alveoli). Alveoli menyerupai menyerupai busa atau sarang tawon. Jumlahnya alveoli kurang lebih 300 juta. Dinding alveolus sangat tipis dan elastis. Pada alveolus terjadi difusi atau pertukaran gas pernapasan, yaitu oksigen dan karbon dioksida.
C.      MEKANISME PERNAPASAN
1. Pernapasan Dada
Terjadi karena aktivitas otot antartulang rusuk. Bila otot antartulang rusuk berkerut (berkontraksi), maka tulang-tulang rusuk akan terangkat dan volume rongga dada akan membesar. Keadaan ini menyebabkan penurunan tekanan udara di dalam paru-paru. Karena tekanan udara di luar tubuh lebih besar, maka udara dari luar yang kaya oksigen masuk ke dalam paru-paru. Dengan demikian terjadilah inspirasi. Bila otot-otot antartulang rusuk mengendor (relakasasi), yaitu kembali pada posisi semula, maka tulang-tulang rusuk akan tertekan. Akibatnya, volume rongga dada mengecil. Keadaan ini mengakibatkan naiknya tekanan udara di dalam paru-paru.
2.      Pernapasan Perut
Pernapasan perut terjadi karena aktivitas otot-otot diafragma yang membatasi rongga perut dan rongga dada. Bila otot diafragma berkontraksi, maka diafragma akan mendatar. Keadaan ini mengakibatkan rongga dada membesar sehingga tekanan udara di paru-paru mengecil. Akibatnya, udara luar yang kaya oksigen masuk ke dalam paru-paru melalui saluran pernapasan. Dengan demikian, terjadilah inspirasi. Sebaliknya, bila otot diafragma relaksasi (kembali pada posisi semula), maka kedudukan diafragma melengkung ke atas. Keadaan ini mengakibatkan rongga dada membesar. Akibatnya, udara dari paru-paru yang kaya karbon dioksida terdorong ke luar. Dengan demikian terjadilah ekspirasi.
E. Volume dan Kapasitan Paru paru
Metode sederhana untuk mempelajari pertukaran udara paru-paru adalah mancatat volume udara yang bergerak ke dalam dan ke luar paru-paru disebut spirometer. Untuk memudahkan menjelaskan berbagai kejadian pertukaran udara paru-paru maka udara dalam paru-paru telah dibagi menjadi 4 volume dan 4 kapasitas.
1. Volume tidal (tidal volume = TV) adalah volume udara pada waktu inspirasi atau ekspirasi normal, dan volumenya kira-kira 500 ml.
2. Volume cadangan inspirasi (inspiratory reserve volume = IRV) adalah volume ekstra udara yang masih dapat dihirup setelah inspirasi normal sebagai volume udara tambahan terhadap volume volume tidal, dan biasanya volume udara itu kira-kira 3000 ml.
3. Volume cadangan ekspirasi (expiratory reseve volume = ERV) adalah jumlah udara yang masih dapat dikeluarkan dengan berekspirasi sekuat-kuatnya (maksimum) pada saat akhir ekspirasi normal, biasanya volume ini kira-kira 1100 ml.
4. Volume residu (residual volume = RV) adalah volume udara yang masih tinggal di dalam paru-paru setelah melakukan respirasi maksimum. Volume residu ini rata-rata 1200 ml.
Kapasitas paru-paru berbeda-beda dapat dijelaskan sebagai berikut ini.
1.Kapasitas inspirasi (inspiratory capacity/IC) = volume tidal (TV) + volume cadangan inspirasi (IRV).
2.Kapasitas residu fungsional (functional residual capacity/FRC) = volume cadangan ekspirasi (ERV) + volume residu (RV).

3.Kapasitas vital (vital capacity/VC) = volume cadangan inspirasi (IRV) + volume tidal (TV) + volume cadangan ekspirasi (ERV).
4.Kapasita total paru-paru (total lung capacity/TLC) adalah volume maksimum paru-paru yang masih dapat diperbesar dengan inspirasi sekuat mungkin (kira-kira 5800 ml). TLC = IRV + TV + ERV + RV.
F.  FREKUENSI PERNAPASAN
Proses inspirasi dan ekskresi berlangsung sebanyak 15 sampai dengan 18 kali setiap menit, tetapi frekuensi ini pada setiap orang berbeda-beda, karena dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut.
1. Usia = Anak-anak lebih banyak frekuensi pernafasannya daripada orang dewasa, disebabkan anak-anak masih dalam usia pertumbuhan sehingga banyak memerlukan energi.
2. Jenis kelamin = Laki-laki lebih banyak frekuensi pernafasannya daripada perempuan. Hal ini terjadi karena laki-laki umumnya beraktivitas lebih banyak dari pada perempuan.
3. Suhu tubuh = Semakin tinggi suhu tubuh (demam) maka frekuensi pernapasan akan semakin cepat.
4. Posisi Tubuh = Pada tubuh yang berdiri, otot-otot kaki akan berkontraksi sehingga diperlukan tenaga untuk menjaga tubuh tetap tegak berdiri. Untuk itu diperlukan banyak O2 dan diproduksi banyak CO2. Pada posisi tubuh berdiri, frekuensi pernapasannya meningkat. Pada posisi duduk atau tiduran, beban berat tubuh disangga oleh sebagian besar bagian tubuh sehingga terjadi penyebaran beban. Hal ini mengakibatkan jumlah energi yang diperlukan untuk menyangga tubuh tidak terlalu besar sehingga frekuensi pernapasannya juga rendah.
5. Kegiatan Tubuh = Orang yang banyak melakukan kegiatan memerlukan lebih banyak energi dibandingkan dengan orang yang tidak melakukan kegiatan (santai/tidur).
·      Frekuensi pernapasan pada manusia yang normal tergantung umur :
Usia baru lahir sekitar 35 – 50 x/menit
Usia 2-12 tahun 18 – 26 x/menit
Dewasa 16 – 20 x/menit.
D. KELAINAN & PENYAKIT PADA SISTEM PERNAPASAN MANUSIA
No.
Kelainan (Penyakit)
Penyebab
Gejala
1
Faringitis
Infeksi bakteri (Streptoccocus pyogenes)  atau virus serta terlalu banyak merokok
Terasa nyeri pada waktu menelan, kerongkongan terasa kering.
2
Pneumonia
Infeksi bakteri (Streptoccocus pneumoniae)
Terjadi peradangan pada paru-paru, sesak napas, hasil Rontgen dada menunjukkan ada bagian yang berwarna putih-putih di bagian kiri atau kanan paru, napas yang kasar.
3
Emfisema paru-paru
·        Infeksi akibat terlalu banyak mengonsumsi tembakau
·        Infeksi akibat kelebihan mukus
·        Gangguan saluran pernapasan
Napas terengah-engah disertai dengan suara       seperti peluit, dada berbentuk seperti tong, otot leher tampak menonjol, bibir tampak kebiruan, berat badan menurun akibat nafsu makan menurun, batuk menahun.
4
Asma
Hipersensitvitas terhadap benda asing di udara (alergi)
Kesulitan bernapas, rasa gatal di dada atau di leher, batuk, sesak di dada.
5
Difteri
Bakteri Corynebacterium diptherial
Sakit tenggorokan, demam dan menggigil, suara serak, nyeri saat menelan, terjadi pembengkakan kelenjar di leher
6
Asfiksi
Masuknya benda asing ke dalam paru dalam jumlah banyak
Pernapasan cepat dan berat, kejang-kejang, menurunnya kesadaran
7
Tuberkulosis (TBC)
Bakteri Mycobacterium tuberculosis
Batuk-batuk lebih dari 3 minggu, sesak napas, demam tinggi, keringat pada malam hari, mudah terserang flu, turunnya berat badan & menurunnya nafsu makan
8
Hipoksia
Kekurangan oksigen dalam jaringan
Sakit kepala, sesak napas, perasaan euforia dan mual
9
Asidosis
Meningkatnya asam karbonat dalam darah
Sering sakit kepala, mudah alergi, nafas dan keringat bau, kelebihan berat badan, sering sakit maag, kembung atau sembelit, nyeri otot dan persendian
10
Sianosis
Jumlah hemoglobin deoksigenisasi berlebihan
Terdapat warna kebiru-biruan pada kulit, bibir, dan jari-jari, kesulitan bernapas, batuk berdahak berbusa merah muda atau gelap lendir, nyeri dada

E. MEKANISME PERTUKARAN OKSIGEN & KARBON DIOKSIDA
            Pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi melalui proses difusi yang terjadi di alveolus dan sel jaringan. Mekanisme pertukaran tersebut melalui tahap-tahap:
1.      Oksigen masuk ke dalam tubuh melalui rongga hidung, di alveolus oksigen berdifusi ke kapiler arteri.
2.      Oksigen di kapiler arteri diikat oleh eritrosit yang mengandung hemoglobin sampai menjadi jenuh.
3.      Hemoglobin akan mengangkut oksigen ke jaringan tubuh yang kemudian akan berdifusi masuk ke sel-sel tubuh untuk digunakan dalam proses respirasi.
4.      Di dalam sel, oksigen digunakan untuk proses respirasi di dalam mitokondria. Semakin banyak oksigen yang digunakan sel semakin banyak pula karbon dioksida yang terbentuk.
5.      CO2 berdifusi dari sel tubuh ke dalam kapiler vena kemudian dibawa oleh eritrosit ke paru-paru.
6.      Di paru-paru terjadi difusi CO2 dalam alveolus. CO2 akhirnya dikeluarkan dari tubuh melalui ekspirasi.
7.      CO2 dalam eritrosit akan bereaksi dengan air membentuk asam karbonat sehingga darah menjadi asam. Darah yang bersifat asam ini dapat melepaskan banyak oksigen ke dalam sel tubuh yang memerlukannya.

F. SISTEM PERNAPASAN PADA HEWAN
Ø Sistem Pernapasan Porifera
Porifera tidak memiliki alat pernapasan khusus.Porifera bernapas dengan cara memasukkan air melalui pori-pori (ostium) yang terdapat pada seluruh permukaan tubuhnya, masuk ke dalam rongga spongocoel. Proses pernapasan selanjutnya dilakukan oleh sel leher (koanosit), yaitu sel yang berbatasan langsung dengan rongga spongocoel.
-  Air yang mengandung oksigen terlarut masuk melalui pori- pori tubuhnya. Oksigen yang terlarut dalam air masuk melalui sel- sel permukaan tubuhnya, yaitu koanosit secara dipusi.
-Di dalam mitokondria sel koanosit, oksigen di gunakan untuk mengurai molekul organik menjadi molekul anorganik yang di sertai pelepasan karbon dioksida. Molekul- molekul karbon dioksida yang terlarut dalam air akan bergerak berlawanan arah menuju membran sel dan keluar menuju spongosol. Air dalam spongosol di gerakkan oleh flagelum sel koanosit dan mengalir keluar melalui oskulum.


Ø Sitem Pernapasan Pada Coelenterata
Coelenterata tersusun dari dari dua lapisan sel, yaitu lapisan luar berasal dari ectoderm dan lapisan dalam berasal dari endoderm.Lapisan sel yang berasal dari ectoderm disebut epidermis dan lapisan yang berasal dari endoderm disebut gastrodermis.Pertukaran gas terjadi secara difusi pada sel di luar permukaan tubuh yang bersentuhan dengan air. Untuk respirasi, coelenterata mempunyai alat bantu berupa lekukan jaringan yang terdapat pada gastrodermis, disebut sifonoglia.
Ø Sistem Pernapasan Pada Cacing
Oksigen berdifusi ke dalam kapiler darah yang terdapat pada kulit melalui permukaan kulit yang lembab. Oksigen akan diikat oleh hemoglobin yang terkandung dalam darah cacing untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Gas hasil respirasi yaitu karbondioksida dikeluarkan dari tubuh juga melalui permukaan kulitnya.Karena respirasi cacing dilakukan melalui permukaan tubuhnya (integument), maka respirasi cacing disebut respirasi integumenter.           
          Pertukaran gas-gas pada cacing lebih mudah terjadi pada kulit yang lembab, sehingga cacing hidup di tempat yang lembab. Habitat yang lembab akan menjaga permukaan di tubuhnya tetap basah (lembab).
Ø Sistem Pernapasan Serangga
Trakea adalah alat pernapasan yang terdapat pada serangga dan arthropoda lainnya. Trakea berbentuk anyaman tabung – tabung yang berisi udara sehingga disebut Sistem Pembuluh Trakea. Trakea bercabang – cabang membentuk trakeola dan saluran percabangan yang paling ujung akan tenggelam ke dalam membran sel pada sel – sel tubuh. Sistem Pembuluh trakea bermuara pada lubang kecil yang ada di kerangka luar yang disebut spirakel yaitu lubang – lubang pernapasan. Umumnya spirakel terbuka selama serangga terbang, dan tertutup saat serangga beristirahat.
Pertukaran udara terjadi melalui spirakel. Ketika otot berkontraksi, spirakel terbuka dan trakea mengembang sehingga udara luar dapat masuk. Lalu udara masuk ke trakeola kemudia ke seluruh tubuh dan akhirnya sampai ke membrane plasma sel, yaitu dimana oksigen akan berdifusi. Karbon dioksida hasil respirasi dibawa melalui spirakel saat otot berelaksasi sehingga trakea mengempis. Dengan demikian, oksigen & karbon dioksida tidak diedarkan melalui darah, melainkan melalui pembuluh trakea. Darah serangga hanya berfungsi mengangkat sari makanan dan hormon, itulah mengapa warnanya tidak merah seperti darah manusia.
Ø  Sistem Pernapasan Ikan
Ikan bernapas dengan  insang. Insang berbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap. Bagian terluar dari insang berhubungan dengan air, sedangkan bagian dalam berhubungan erat dengan kapiler-kapiler darah. Tiap lembaran insang terdiri dari sepasang filamen, dan tiap filamen mengandung banyak lapisan tipis (lamela). Pada filamen terdapat pembuluh darah yang memiliki banyak kapiler sehingga memungkinkan oksigen berdifusi masuk dan karbondioksida berdifusi keluar.
Insang pada ikan bertulang sejati ditutupi oleh tutup insang yang disebut operkulum, sedangkan insang pada ikan bertulang rawan tidak ditutupi oleh operkulum. Insang tidak saja berfungsi sebagai alat pernapasan tetapi dapat pula berfungsi sebagai alat ekskresi garam-garam, penyaring makanan, alat pertukaran ion, dan osmoregulator. Beberapa jenis ikan mempunyai labirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin ini berfungsi menyimpan cadangan oksigen sehingga ikan tahan pada kondisi yang kekuranga.
Pada fase inspirasi, oksigen dari air masuk ke dalam insang kemudian oksigen diikat oleh kapiler darah untuk dibawa ke jaringan-jaringan yang membutuhkan. Sebaliknya pada fase ekspirasi, karbon dioksida yang dibawa oleh darah dari jaringan akan bermuara ke insang dan dari insang diekskresikan keluar tubuh. Selain dimiliki oleh ikan, insang juga dimiliki oleh katak pada fase berudu, yaitu insang luar. Hewan yang memiliki insang luar sepanjang hidupnya adalah salamander.
Ø  Sistem Pernapasan Reptil
Reptil bernapas menggunakan paru – paru yang terdapat dalam rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk. Tulang rusuk tersebut dapat merenggang dan merapat secara bergantian. Mekanisme reptil terdiri dari fase inspirasi dan ekspirasi. Saat fase inspirasi, tulang rusuk merenggang dan volume rongga dada meningkat sehingga paru – paru yang kosong akan terisi udara yang mengandung oksigen. Pada fase ekspirasi, tulang rusuk akan merapat sehingga udara yang menganduung karbondioksida dan uap air akan tersedak keluar.
Ø Sistem Pernapasan Katak Amphibia

            Katak muda (berudu) menggunakan insang untuk mengambil O2 yang terlarut dalam air. Setelah berumur lebih kurang 12 hari, insang luar diganti dengan insang dalam. Setelah dewasa, katak bernapas menggunakan selaput rongga mulut, paru-paru, dan kulit.
Pernapasan dengan kulit dilakukan secara difusi. Hal ini karena kulit katak tipis, selalu lembap, dan mengandung banyak kapiler darah. Oksigen (O2) yang masuk lewat kulit akan diangkut melalui vena kulit paru-paru (vena pulmo kutanea) menuju ke jantung untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Sebaliknya karbon dioksida (CO2) dari jaringan akan dibawa ke jantung, dari jantung dipompa ke kulit dan paru-paru melalui arteri kulit paru-paru (arteri pulmo kutanea). Katak juga bernapas dengan paru-paru, tetapi belum sebaik paru-paru Mammalia. Paru paru katak berupa sepasang kantung tipis yang elastis sehingga udara pernapasan dapat berdifusi, dan dindingnya banyak dikelilingi kapiler darah sehingga paru-paru katak berwarna kemerahan. Paru-paru dengan rongga mulut dihubungkan oleh bronkus yang pendek.
1) Fase inspirasi katak
Fase inspirasi terjadi bila otot sternohioideus berkontraksi sehingga rongga mulut membesar, akibatnya oksigen masuk melalui koane (celah hidung). Setelah itu, koane menutup, otot submandibularis dan otot geniohioideus berkontraksi, sehingga rongga mulut mengecil. Mengecilnya rongga mulut mendorong oksigen masuk ke paru-paru lewat celah-celah. Dalam paru-paru terjadi pertukaran gas, oksigen diikat oleh darah yang berada dalam kapiler dinding paru-paru, dan sebaliknya karbon dioksida dilepaskan ke lingkungan.
2) Fase ekspirasi katak
Mekanisme ekspirasi terjadi setelah pertukaran gas di dalam paru-paru, otot rahang bawah mengendur atau berelaksasi, sementara otot perut dan sternohioideus berkontraksi. Hal ini mengakibatkan paru-paru mengecil, sehingga udara tertekan keluar dan masuk ke dalam rongga mulut. Selanjutnya koane membuka, sedangkan celah tekak menutup, sehingga terjadi kontraksi otot rahang bawah yang diikuti berkontraksinya otot geniohioideus. Akibatnya, rongga mulut mengecil dan udara yang kaya karbon dioksida terdorong keluar melalui koane.

Ø Sitem Pernapasan Pada Aves
Pada burung, tempat berdifusinya udara pernapasan terjadi di paru-paru. Paru-paru burung berjumlah sepasang dan terletak dalam rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk.
Jalur pernapasan (masuknya udara ke dalam tubuh) pada burung berturut-turut sebagai berikut:
1) Dua pasang lubang hidung yang terdapat pada pangkal paruh sebelah atas dan pada langit-langit rongga mulut.
2) Celah tekak yang terdapat pada dasar hulu kerongkongan atau faring yang menghubungkan rongga mulut dengan trakea.
3) Trakea atau batang tenggorok yang panjang, berbentuk pipa, dan disokong oleh cincin tulang rawan.
4) Sepasang paru-paru berwarna merah muda yang terdapat dalam rongga dada. Bagian ini meliputi bronkus kanan dan bronkus kiri yang merupakan cabang bagian akhir dari trakea. Dalam bronkus pada pangkal trakea, terdapat sirink (siring), yang pada bagian dalamnya terdapat lipatan-lipatan berupa selaput yang dapat bergetar dan dapat menimbulkan suara. Bronkus bercabang lagi menjadi mesobronkus, yang merupakan bronkus sekunder, dan dapat dibedakan menjadi ventrobronkus (bagian ventral) dan dorsobronkus (bagian dorsal). Ventrobronkus dihubungkan dengan dorsobronkus oleh banyak parabronkus (100 atau lebih). Parabronkus berupa tabung kecil. Di parabronkus bermuara banyak kapiler, sehingga memungkinkan udara berdifusi.


KESIMPULAN
·         Pernapasan adalah proses pertukaran udara yang berasal dari makhluk hidup dengan udara yang ada di lingkungannya.
·         Respirasi adalah proses bahan makanan menggunakan oksigen sehingga diperoleh energi dan gas sisa pembakaran berupa CO2
·         Berdasarkan tempat terjadinya proses inspirasi dan ekspirasi, pernapasan pada manusia dibedakan menjadi dua, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut
·         Frekuensi pernapasan adalah jumlah proses bernapas, dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin, suhu tubuh dan posisi tubuh
·         Terdapat berbagai macam gangguan atau penyakit dalam sistem pernapasan manusia antara lain: pneumonia, emfisema paru-paru, asma, tuberkulosis dan lain-lain
·         Porifera dan coelenterata merupakan contoh hewan-hewan sederhana yang melakukan pernapasan secara difusi langsung melalui membran sel
·         Sebagian besar serangga bernapas menggunakan trakea
·         Ikan bernapas dengan insang. Pertukaran oksigen dan karbon dioksida pada ikan berlangsung pada saat ekspirasi
·         Katak bernapas dengan insang ketika masih berupa berusdu. Katak dewasa bernapas dengan paru-paru saat berada di darat dan bernapas dengan kulit saat berada di air
·         Paru-paru reptil terdapat di dalam rongga dada yang sudah dilingdungi oleh tulang rusuk
·         Mekanisme respirasi burung pada saat terbang yaitu menggunakan kantung udara, sedangkan pada waktu burung sedang istirahat menggunakan paru-paru
READ MORE - Sistem Pernapasan Manusia